Kamis, 07 November 2013

Visi dan misi SMA NEGERI 2 TEMANGGUNG



A. VISI 
Terwujudnya insan yang berbudi pekerti luhur, berprestasi, disiplin, berwawasan global dalam imtaq,  iptek, dan lingkungan.

B. MISI
1. Meningkatkan pelaksanaan pendidikan akhlak mulia dan kepribadian luhur.
2. Meningkatkan kegiatan keagamaan dan pengamalan dalam kehidupan berhari- hari.
3. Melaksanakan pemblajaran dan bimbingan secara efektif, kreatif, inovatif, dan terbuka.
4. Meningkatkan kualitas guru dan karyawan dalam rangka peningkatan profesi, prestasi, dan produktifitas.
5. Menumbuhkembangkan bakat dan potensi siswa.
6. Membudayakan hidup disiplin, berbudi pekerti luhur, sosial dan kerja keras menuju persaingan global
7. Meningkatkan kegiatan keterampilan yang berwawasan IPTEKS
8. Melengkapi sarana dan prasarana pendidikan berstandar nasional yang terbuka
9. Menumbuhkembangkan karakter kebangsaan dan nilai-nilai kemanusiaan
10. Mengupayakan pelestarian fungsi lingkungan, mencegah pencemaran dan kerusakan lingkungan hidup


Sejarah Singkat SMA NEGERI 2 TEMANGGUNG

Sejarah Singkat 26 09 2007 SEJARAH SINGKAT SMA NEGERI 2 TEMANGGUNG SMA Negeri 2 Temanggung merupakan sekolah menengah yang didirikan pada tanggal 14 Juli 1981. Sekolah yang terletak di jalan Pahlawan Temanggung ini berdiri di atas tanah seluas 25.050 m2 dengan luas bangunan 4348 m2. Lokasi sekolah berada di Desa Giyanti, Kecamatan Temanggung, Kabupaten Temanggung, Propinsi Jawa Tengah. Sebagai salah satu SMA favorit, lembaga pendidikan ini merupakan kebanggaan dan sekaligus tumpuan harapan masyarakat Temanggung. Tahun pelajaran 2007/2008 ini SMA Negeri 2 Temanggung memiliki 625 siswa yang, terbagi menjadi 3 tingkat, yaitu kelas X, kelas XI dan kelas XII. Kelas XII terdiri dari 6 rombel yaitu 3 rombel program IPA, 3 rombel program IPS, kelas XI terdiri dari 2 rombel program IPA, 3 rombel program IPS dan 1 rombel program Bahasa, dan kelas X juga mempunyai 6 rombel. Sejak bulan Februari 2007 sekolah dipimpin oleh Drs. Suryanto, sarjana pendidikan jurusan kimia, yang berpengalaman sebagai kepala sekolah selama 5 tahun. Sekolah didukung oleh 46 guru dan 19 orang staf, yang terdiri dari tata usaha, pustakawan, laboran, tenaga pelaksana dan penjaga malam. Dari 46 orang guru, 42 diantaranya telah berkualifikasi pendidikan sarjana (S1) dan hanya terdapat 3 orang guru yang tugas mengajarnya tidak sesuai bidang pendidikannya. Dengan rasio jumlah guru dengan jumiah siswa 1 : 13,5 sebenarnya secara kuantitas jumlah guru sudah mencukupi. Namun demikian masih terdapat 4 orang guru berkualifikasi sarjana muda atau diploma III dan terdapat 2 orang guru dengan tugas mengajar tidak sesuai dengan bidang pendidikannya. Hal ini menjadi pemikiran sekolah, karena walaupun mereka telah bekerja sebaik mungkin untuk mengoptimalkan potensi siswa, namun tentunya kurang maksimal. Dengan menyesuaikan tingkat pendidikan mereka, juga menyesuaikan bidang tugas mereka, diharapkan kompetensi mereka dalam pembelajaran dapat maksimal. Sementara rasio jumlah kelas dengan jumlah siswa 1 : 34,72 , ini berarti secara rerata 1 kelas berisi 34 siswa dan hal ini telah sesuai dengan rombel, dimana 1 kelas maksimal berisi 35 siswa. Sedangkan untuk rasio jumlah staf dengan jumlah kelas 1 : 1. Secara kuantitas jumlah staf sudah sesuai dengan kebutuhan, tetapi dilihat dari kualifikasi pendidikan belum sesuai. Walaupun mereka mempunyai semangat kerja yang tinggi, tetapi kompetensi dasar mereka dalam bidangnya masih kurang. Apabila kondisi ini tidak mendapat perhatian, maka pelayanan terhadap siswa kurang optimal. Telah banyak prestasi yang dicapai oleh sekolah ini dalam berbagai kejuaraan atau kompetisi, baik di bidang akademik maupun non akademik. Prestasi menonjol yang dicapai dalam tiga tahun terakhir ini, adalah: Juara I lomba mapel Kimia tingkat Kabupaten tahun 2004, Juara I lomba Mapel TIK tingkat Kabupaten tahun 2005, Juara I lomba Mapel Biologi, Astronomi, dan TIK tingkat Kabupaten tahun 2006, Juara I Olimpiade Matematika SMA Se Karisidenan Kedu tahun 2007, Juara I Mapel Ekonomi dalam lomba Olimpiade Sains 2007 se Kabupaten Temanggung. Prestasi dalam bidang non akademik yang menonjol dalam 3 tahun terakhir adalah Juara I Karate Putri tingkat Jawa Tengah tahun 2004, Juara I Tartil Al’Quran tingkat Jawa Tengah tahun 2004, Juara I Wushu Putri tingkat Jawa Tengah tahun 2005, Juara I da’i Pelajar tingkat Kabupaten tahun 2005, Juara I menyanyi Keroncong tingkat Kabupaten tahun 2005, Juara I MTQ tingkat Kabupaten tahun 2006, Juara I mas dan mbak Duta Wisata Temanggung, Juara II Karate Putri tingkat Nasional tahun 2006, Juara II POPDA Silat Tingkat Propinsi Tahun 2007. Lulusan SMA Negeri 2 Temanggung banyak yang diterima di Perguruan Tinggi Negeri dan swasta favorit. Pada tahun pelajaran 2003/2004 yang diterima di PTN sebanyak 25%, PTS favorit 25%. Tahun pelajaran 2004/2005 yang diterima di PTN 20%, PTS favorit 15%. Tahun pelajaran 2005/2006 yang diterima di PTN 27%, PTS 15% . Data ini didasarkan pada laporan siswa yang diterima, namun prosentase tersebut dapat bertambah, mengingat tidak semua siswa yang diterima di PTN atau pun PTS favorit melapor ke sekolah. Sarana dan prasarana sekolah sebagai pendukung pelaksanaan PBM antara lain : Laboratorium IPA, Laboratorium Komputer, perpustakaan, kelas musik. Perpustakaan sekolah kurang memenuhi syarat, karena antara ruang baca dan ruang koleksi masih menjadi satu. Belum tersedianya ruang Multimedia dan laboratorium bahasa. Tahun Pelajaran 2007/2008 SMA Negeri 2 Temanggung akan menerapkan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan ( KTSP ) dan sekaligus di tunjuk Dinas P dan K untuk menjadi Rintisan Sekolah Kategori Mandiri ( SKM ). Rendahnya peningkatan sarana dan prasarana sekolah, disebabkan oleh kontribusi pemerintah terhadap keuangan sekolah masih sangat terbatas. Kondisi ekonomi saat ini juga menyebabkan peran masyarakat (orangtua) juga terbatas. Uraian di atas menunjukkan bahwa, sesungguhnya potensi dasar SMA Negeri 2 Temanggung untuk maju cukup baik, hal ini ditunjukkan dengan berbagai prestasi yang dicapai. Akan tetapi potensi tersebut belum tergarap secara maksimal, karena belum terpenuhinya kualifikasi tenaga pendidik maupun staf, terbatasnya sarana prasarana sekolah maupun peran serta masyarakat dan dunia usaha.